img
Agenda Kegiatan
Twitter

Belum Mendapat Tanggapan Dari Pemerintah Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Mentayan Bersama-sama Melestarikan Lingkungan Mangrove di Pantai Seputih Mentayan

Belum Mendapat Tanggapan Dari Pemerintah Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Mentayan Bersama-sama Melestarikan Lingkungan Mangrove di Pantai Seputih Mentayan

Dibaca: 331 kali  Jumat,07 Februari 2020 | 10:49:am WIB
Belum Mendapat Tanggapan Dari Pemerintah Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Mentayan Bersama-sama Melestarikan Lingkungan Mangrove di Pantai Seputih Mentayan pembudidayaan tanaman mangrove

Mentayan.Desa.ID Genap empat tahun Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Mentayan Berdiri Dan Sudah Beberapa Kali Melakukan Penanaman Berkali kali Memohon Bantuan Dari Pemerintah Namun Belum Ada Tanggapan Dari Pemerintah Sekalipun.
kegiatan konservasi lingkungan hidup ini dilakukan untuk Penyelamatan Pesisir Pantai Yang semakin Habis Dikikis oleh derasnya Ombak, pemberdayaan masyarakat, dan pusat edukasi bakau bagi siswa usia dini hingga mahasiswa serta peneliti dari berbagai lembaga penelitian.
Program tersebut diawali dengan kegiatan penanaman bibit Api-Api oleh Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir karena kawasan tersebut merupakan kawasan abrasi, banjir laut, tandus dan terancam oleh kegiatan penebangan bakau dan penambangan pasir laut untuk bangunan oleh warga. Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Pernah berhasil melakukan penyemaian bibit Api-Api pada tahun 2016. Namun kurangnya perhatian pemerintah terhadap pesisir pantau membuat abrasi di pesisir pantai semakin meluas.
Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Yang di ketuai oleh Bapak BONANDIR menegaskan kelompok yang pernah ia bentuk untuk kembali melakukan penyemaian, agar dapat melakukan penanaman Pohon mangrove di depan bibir pantai mentayan  yang bertujuan untuk mengurangi derasnya gelombang, melihat semkin parahnya abrasi pada tahun 2019-2020 ini.
Sebelumnya, area pantai pasir putih mentayan ini pernah mengalami masa jaya tumbuhan bakau pada tahun 2009-an dan kemudian menjadi daerah yang tertinggal dan dilupakan. Awalnya, pohon Api-Api dan bakau melindungi kawasan Labuhan dari abrasi, intrusi air asin, dan angin kencang. Perlahan pemecah ombak di bangun di  beberapa derah seperti desa teluk papal dan pantai selatbaru, sehingga deras ombak kuat menghantam pesisir pantai mentayan karena tidak ada 1 penghadang pun dan menyebabkan abrasi meluas, jumlah populasi bakau pun berkurang. Pantai mulai mengalami abrasi, pengairan ladang warga menjadi payau bahkan asin, produksi perikanan baik tangkap maupun budidaya pun menurun.

Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir memohon kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan pesisir desa mentayan yang mana merupakan lumbung padi terbesar di kecamatan bantan banyak lahan warga yang habis terkikis ombak dan tidak sedikit yang tidak berhasil panen di beberapa tahun belakangan ini.
“mentayan ini adalah lumbung padi terbesar di  kecamatan bantan dan sudah banyak yang tidak bisa bercocok tanam di ladang mentayan ini kepada pemerintah tolonglah pak lihat kami selamatkan kami jika  terus abrasi di biarkan tanah ladang kami akan ikut habis di telan abrasi lalu dimana kami akan bercocok tanam” *ujar salah satu petani yang tanahnya habis di gerus Abrasi. CK

Akses Desa Mentayan Via Mobile m.mentayan.desa.id
Tulis Komentar
Berita Terkait
  • Sabtu,02 Juli 2016 - 06:14:am WIB

    meriahnya festival colok di bengkalis

    meriahnya festival colok di bengkalis BENGKALIS-Kota Bengkalis bermandi cahaya saat puluhan ribu lampu colok dinyalakan setelah adzan Magrib berkumandang. Masyarakat pun tidak ketinggalan berbondong-bondong mengitari jalan untuk menyaks
  • Sabtu,30 April 2016 - 08:06:am WIB

    desa mentayan kirim 12 peserta ikuti mtq kecamatan bantan

    desa mentayan kirim 12 peserta ikuti mtq kecamatan bantan MENTAYAN-Desa Mentayan mengirim 12 peserta untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  Tingkat Kecamatan Bantan yang akan digelar di Desa Kembung Luar, Sabtu malam (30/4/2016).  Renca
  • Kamis,12 Mei 2016 - 03:08:pm WIB

    kades harus mampu susun produk hukum

    kades harus mampu susun produk hukum BENGKALIS-Wakil Bupati Bengkalis, H Muhammad  membuka secara resmi pelatihan penyusunan peraturan perundang-undangan (legal drafting) bagi aparatur desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengk
  • Selasa,26 September 2017 - 12:05:pm WIB

    jalaludin: mari kita samakan persepesi, tepikan perbedaan

    jalaludin: mari kita samakan persepesi, tepikan perbedaan BENGKALIS-Jabatan Kepala Desa Mentayan diserah terimakan dari penjabat Kades kepada Kades terpilih. Sertijab digelar di halaman Kantor Desa Mentayan, Sabtu malam (16/09/2017),
  • Kamis,21 Juli 2016 - 08:09:am WIB

    bupati minta kepala desa dan perangkat gairahkan kembali semangat gotong royong

    bupati minta kepala desa dan perangkat gairahkan kembali semangat gotong royong TALUKKUANTAN – Bupati Bengkalis, Amril Mukminin bersama Ketua TP PKK Bengkalis, Kasmarni menghadiri peringatan puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-8 dan Hari Kesatuan Gerak